![]() |
| Ilustrasi : Istimewa |
"Berbicara mitigasi inilah, maka kita perlu melakukan upaya penyesuaian sebelum terjadinya masalah," tutupnya.
ADI KUSTANTO
"Supaya kita juga mendapatkan masukan dan pandangan atas klausul nantinya," singkat Ishak.
![]() |
| Ketua DPD GRANAT Kaltara |
Editor : Bobby Furtado
"Data yang sudah jadi dan lolos nanti akan diberikan kepada para balon untuk dilampirkan saat Pendaftaraan,"kata Ketua KPUD Tarakan, Teguh Dwi, kepada PenaKaltara.com, Rabu (22/11).
Akan tetapi, Teguh melanjutkan, ketika nanti data dukungan yang diserahkan ternyata kurang dari 14.405 DPT, maka nanti ketika pendaftaran balon KTP dukungan jumlah yang wajib dilampirkan bertambah menjadi dua kali lipat dari data yang kurang.
"Katakanlah 14.000 DPT yang terkumpul sisa 405 DPT yang kurang. Maka waktu pendaftaran nanti data 14.000 DPT ditambah menjadi 810 DPT yang harus diserahkan,". Data 14.405 DPT yang ditetapkan KPUD Tarakan diambil dari 10% dari 144.049 DPT terakhir.
Untuk saat ini, yang intens berkomunikasi dengan pihak KPUD terkait teknis penggunaan software silon dan tata cara untuk independent itu hanya Umi. Arif sendiri sampai saat ini belum ada konfirmasi dari konsultasi yang dilakukan sebelumnya, begitu juga dengan Joko Slamet yang sebelumnya bersama Arif mendatangi KPUD untuk konsultasi.
RICORNIUS JEFFERSON ANTONIO DAO
Editor : Bobby Furtado
![]() |
| Aksi Damai DPD Granat, 10 November 2017, di Kantor Walikota Tarakan |
![]() |
| Ketua DPD Granat Kaltara, Muhammad Ishak Djaja, Sedang Berorasi Pada Aksi Damai di Kantor Walikota Tarakan, 10 November 2017 |
![]() |
| Tampak 2 orang hakim (berbaju batik), pegawai Kelurahan (baju putih) dan Panitera (baju hitam) di kediaman salah satu anggota DPRD Bulungan, Amsal Anwar di Jalan Sabanar Lama, Kamis (16/11) |
TARAKAN, Penakaltara.com- Jumlah penduduk miskin di Kota Tarakan, Kalimantan Utara terus mengalami penurunan. Pemerintah dihimbau untuk senantiasa aktif dalam penciptaan lapangan kerja.
Hal ini dikemukakan oleh Kepala Badan Pusat Statistik ( BPS ) Kota Tarakan, Imam Sudarmadji, saat ditemui wartawan PenaKaltara.com di ruang kerjanya, Rabu (15/11) siang.
Berdasarkan data BPS Tarakan. Penduduk sejak tahun 2014 hingga 2016 angka kemiskinan mengalami penurunan yang cukup signifikan. Tahun 2014, jumlah penduduk miskin sekitar 7 persen, Tahun 2015 sekitar 5,11 persen. Meskipun tahun 2016 sempat mengalami kenaikan sedikit dari tahun 2015 yakni sekitar 5,17, akan tetapi tidak mempengaruhi penurunan sejak 2014. Di tahun 2017 ini, Imam memperkirakan angka kemiskinan akan mengalami penurunan kembali.
"Di perkirakan 2017 ini akan turun, tapi hasilnya belum kita dapatkan. Kita tunggu bersama- sama akhir tahun" ungkap Imam.
Menurut Imam, penyebab kemiskinan yang ada di kota Tarakan itu diantaranya karena inflasi dan gaya hidup masyarakatnya.
Untuk itu, Imam menghimbau kepada Pemerintah Tarakan agar menciptakan lapangan kerja sebanyak-banyaknya agar angka kemiskinan benar-benar hilang. Selain itu, lanjut Imam, Pemerintah Kota Tarakan harus memikirkan bagaimana menciptakan masyarakat itu menjadi enterpreneur. "Menurut saya itu lebih efektif," tutupnya
ADI KUSTANTO
Editor : Bobby Furtado










